Dewi (Dee) Lestari : Perahu Kertas


Penulis : Dewi Lestari
Terbit : 2009
Bahasa : Indonesia
File Type : PDF
Review :


Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.



Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya,
mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.



Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu ?

Akankah hati dan impian mereka bertemu...




Dari mereka,
para pembaca ...




Yui: Saya baca Perahu Kertas dengan nggak sengaja. Sebelumnya saya
belum pernah baca karya Dee, dan jujur, Perahu Kertas adalah karya Dee

yang pertama saya baca. TAPIII ... Perahu Kertas membuat saya langsung
memburu karya-karya Dee yang lain. Ini novel inspiring banget, dan
walaupun sudah baca, saya tetap pingin beli versi cetaknya. Saya sampai
sudah baca 3x sejak pertama saya dapat novel ini di HP.



Ricas Dwi Cahyo: Nangis, ketawa sendiri, senyum sendiri, saya alami
saat baca novel ini. Amazing! Karakter tokoh yang kuat, penempatan titik

emosional yang sangat baik. Alur cerita yang menyayat adalah bumbu hi
dangan istimewa Perahu Kertas. Tak banyak penulis yang bisa menyatu-
padukan cinta keluarga, sahabat, dan kekasih, menjadi sebuah hidangan
ringan sekaligus padat, edukatif dan inspiratif. Two thumbs up !


Emaknya Farah : Lebih “ringan” dari Supernova dan lebih “berat” di
banding chicklit or teenlit. One thing yang aku realized, ternyata Dee juga

penuh pengetahuan, ya. Top, dah (lagi ngebayangin wujud Keenan dan
Kugy kalau dijadiin film!).


Rahmayanti Husna : Perahu Kertas adalah kisah cinta yang tidak biasa.
Pertama kali membaca kita menduga ceritanya akan biasa saja seperti

novel pop yang selama ini sering bermunculan, tapi semakin kita
membaca, semakin dalam ... maka kita akan tahu “keistimewaannya”, se
makin cerita itu menjadi cerita dari seorang Dewi Lestari secara keselu
ruhan.

Tary: Perahu Kertas membuat “kertas” menjadi istimewa karena alurnya yang menyentuh hati dan menyadarkan bahwa hidup adalah tidak hanya
satu warna saja. By the way, I love the idea that Dee used name “Keenan”

in this novel. Reminds me of her lovely son.


Dwi Agustriani: Aku selalu menyenangi tiap tulisan dari Dee. Dan sekali
lagi, Perahu Kertas membuatku terpikat. Dee, cara menulismu GUE ba

nget, deh. SALUT ! Membaca Perahu Kertas seperti membaca sebagian
kisah hidupku. Sangat mengikat secara psikologis. Ringan Namun, begitu
bermakna ....



Komentar-komentar ini diambil dari blog “Journal of a 55-days Novel”.
Bagi Anda yang tergerak untuk ikut bersuara, silakan mampir ke www.dee-55days.blogspot.com

Sumber : http://www.bukukita.com/Cerita-Fiksi/Romance/72635-Perahu-Kertas.html

Download Novel Dewi (Dee) Lestari - Perahu Kertas